Memulai Usaha Budidaya Ikan Lele Bioflok

Memulai Usaha Budidaya Ikan Lele Bioflok

Seiring berkembangnya teknologi pertanian, khususnya pada sektor perikanan. Semakin hari semakin ditemukan teknologi terbaru. Seperti halnya dengan tehnik budidaya ikan lele bioflok.

Awalnya, tehnik budidaya bioflok ini diterapkan secara insentif untuk ikan nila di negara Thailand kemudian berkembang pada udang hingga sekarang tehnik ini sangat banyak diadopsi untuk budiaya ikan lele.

Prinsipnya, teknologi bioflok ini adalah untuk mengurangi biaya pakan ikan (mengolah limbah ikan menjadi makanan ikan) dan mengurangi tingkat kematian ikan.

Keunggulan SIstem Bioflok

Foto Budidaya Lele Bioflok

jasa pembuatan kolam lele
pembuatan kolam terpal
kolam-bioflok1
manfaat-air-limbah-budidaya-ikan-lele
Lele-bioflok-1
cara-membuat-probiotik-untuk-ikan-lele

Dengan Teknologi Bioflok, Hasil Bisa Melimpah Ruah...!

Apakah anda ingin memulai usaha budidaya ikan lele ini?

Sudah mempunyai usaha budidaya lele, dan ingin mengembangkannya?

Anda pemula dan serius untuk memulainya?

Jika anda termasuk salah satu darinya itu, maka teruskan membacanya sampai selesai.

Perbandingan Hasil FCR : Konvensional (Biru) vs Bioflok (Pink)

  • FCR Konvensional
  • FCR Bioflok

Keterangan :

  • Dalam budidaya konvensional menunjukkan, pemberian pakan 0.8 (80%) akan menghasilkan daging ikan 0.8 gram
  • Sedangkan dengan sistem bioflok, pemberian pakan 0.8 (80%) akan menghasilkan daging ikan 1 gram
  • Dengan demikian sistem Bioflok lebih unggul daripada sistem konvensional

Perbandingan Berat Ikan ; Konvensional (Biru) vs Bioflok (Pink)

  • Sistem Bioflok
  • Sistem Konvensional

Keterangan :

  • Benih lele pada aplikasi sistem konvensional dengan bobot awal 1,92 gram akan menghasilkan berat 5.9 gram di hari ke 25
  • Benih lele pada aplikasi sistem Bioflok dengan bobot awal 1,92 gram akan menghasilkan berat 7.7 gram di hari ke 25
  • Dengan ini, dalam berat ikan sistem bioflok lebih unggul sekitar 24% daripada sistem konvensional.

*) Data ini merupakan hasil penelitian  Anton Setiawan, Teknik Kimia UNDIP Semarang

Perbandingan Panjang Ikan ; Konvensional (Biru) vs Bioflok (Pink)

  • Sistem Bioflok
  • Sistem Konvensional

Keterangan :

  • Benih lele pada aplikasi sistem konvensional dengan panjang awal 4.9 cm akan menghasilkan panjang 7.9 cm di hari ke 25
  • Benih lele pada aplikasi sistem Bioflok dengan panjang awal 4.9 cm gram akan menghasilkan panjang 9.5 cm di hari ke 25
  • Dengan ini, dalam panjang ikan sistem bioflok lebih unggul sekitar 17% daripada sistem konvensional.

*) Data ini merupakan hasil penelitian  Anton Setiawan, Teknik Kimia UNDIP Semarang

Survive Ratio (SR)

SR (Survive Ratio) Sistem Bio Flok

Keterangan :

  • Dengan menggunakan sistem Bio Flok + kolam bulat, angaka survive ratio / kehidupan ikan bisa mencapai 100% (kematian 0%)

Dari data diatas, sudah jelas bahwa sistem bioflok adalah sistem yang memiliki keunggulan yang lebih dari pada budidaya ikan lele sistem konvensional

Maka, Dengan Mengikuti Sistem Bio Flok Anda Mendapatkan Keuntungan :

Tingkat FCR Lebih Kecil 0.8
Berat Ikan Lebih Berisi 24%
Panjang Ikan Lebih Panjang 17 %
Tingkat Kematian Hingga 0%

Bagaimana dengan perhitungan bisnisnya?

Berapa keuntungannya dan balik modalnya?

Klik => Analisis Biaya dan Keuntungan Budidaya Lele Bioflok